Parno keluar dari rumah dan berjalan cepat menuju pasar sore. Tapi ada yang anaeh dengan diri Parno, sambil berjalan, posisi tangan Parno seakan-akan mencakar orang dan tak berubah hingga dia sampai di pasar sore. Saya beranikan memanggil dia dan bertanya. “No, kenapa tanganmu, kamu mau mencakar orang atau tangan kamu kram?” tanya saya. Parno menjawab “oh ini to, aku sedang disuruh istri beli kutang, jadibiar gak salah ukurannya, aku ukur pakai tanganku” jawabnya enteng